Kita bertemu di sela sunyi,
memasang mata ke lubuk kata
Kaujelma udara dan kuhela Engkau
Dalam doa-doa parau
KecupanMu adalah musim semi di tandus jiwaku
Lalu pada hening yang bening,
angin meriwayatkanMu pada seluruh dingin
Selepas itu, aku akan kerap memenung diri
Merayakan hari-hari sepi dan waktu bak sangkar belati
Nada dalam nadiku
Adalah doa-doa nestapa
Ingin memelukMu
Jombang, sore penghabisan, 29 Februari 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar